Home / Peristiwa / Inilah Kasus Mutilasi Paling Mengerikan yang terjadi di Indonesia

Inilah Kasus Mutilasi Paling Mengerikan yang terjadi di Indonesia

Inilah kasus mutilasi paling mengerikan yang terjadi di Indonesia. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata mutilasi? Pasti beberapa potongan tubuh yang tercecer dan mengerikan, bukan? Seorang psikopat akan tega melakukan tindakan yang satu ini pada para korbannya. Gangguan kejiwaan yang dialami mungkin memang menjadi satu alasan yang bisa menyebabkan orang berlaku demikian gila.

Tak hanya di luar negeri, nyatanya di Indonesia sendiri banyak kasus mutilasi yang terjadi. Hmm, apa saja kasus mutilasi paling mengerikan yang pernah terjadi di negeri ini? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Mutilasi Setiabudi

Bukan korban yang bernama Setiabudi sehingga kasus ini dinamakan demikian, tapi lokasi penemuannya lah yang berada di Jalan Setiabudi. Kasus ini terjadi pada tahun 1981 dan digadang sebagai pionir kasus mutilasi di Indonesia. Seorang pemulung menemukan dua kardus besar di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan. Betapa kagetnya dia saat melihat isi kardus tersebut merupakan potongan-potongan tubuh.

Kardus pertama berisi 13 tulang manusia dan kepala. Kardus selanjutnya berisi 180 potongan kecil yang merupakan daging dan isi perut korban. Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa potongan tubuh tersebut tidak lengkap, melainkan ada yang hilang yakni kandung kencing, pankreas, juga anus. Sampai sekarang kasus mutilasi paling mengerikan ini belum dipecahkan meski polisi sudah menyebar sidik jari dan foto wajah korban.

Kasus Rumiyati

Di akhir tahun 2008 silam, pemberitaan kriminal digegerkan dengan adanya penemuan berupa 8 buah kantong plastik hitam yang ada di dalam bus. Setelah dibuka, kantong tersebut berisi potongan-potongan tubuh manusia. Tidak tanggung-tanggung, jumlah potongan tersebut sampai 13 bagian. Adalah Rumiyati, pelaku dari tindak kriminal itu dengan sang suami, Hendra sebagai korbannya. Mengaku terbakar api cemburu, dia memukul kepala Hendra sampai tewas, dan mencincang tubuhnya dengan sadis sampai 13 bagian.

BACA JUGA  Sekali seumur hidup melihat petir seperti ini

Kasus mutilasi paling mengerikan ini diakhiri dengan penempatan potongan tubuh yang terpisah-pisah di bus Prima Asli, Prima Jasa, dan bus Patas Mayasari. Kantong yang berisi kepala Hendra diletakkan di belakang kursi sopir taksi dengan kantong plastik putih. Duh!

Kasus Ryan

Siapa yang tidak kenal dengan kasus mutilasi yang satu ini? Ryan, pemuda yang terlihat baik-baik saja itu berhasil memutilasi 11 orang korbannya. Kasus ini segera merebak dan membuat pemuda asal Jombang Jawa Timur ini terkenal sekaligus dijatuhi hukuman mati. Awalnya, kasus ini terungkap dari kasus mutilasi Heri Santoso di Jakarta. Polisi yang terus menyelidik menemukan 10 korban lain yang akhirnya mengarahkan mereka pada satu pelaku, yakni Ryan.

Motif yang melatarbelakangi pemuda ini adalah karena cemburu dan ekonomi. Para korban diketahui juga merupakan teman dekat dari Ryan. Pembantaian tersebut paling banyak dilakukan di belakang rumahnya, dan jasad di kubur di belakang rumah pula. Sebelas orang yang dimutilasi ini hanya membutuhkan waktu 12 bulan bagi Ryan. Diungkapkan bahwa dia ingin menguasai barang-barang milik korbannya, tapi tidak selalu berjalan mulus dan akhirnya membunuh si korban.

Kasus Baekuni

Kasus mutilasi paling mengerikan selanjutnya adalah yang satu ini. Baekuni, 48 tahun tidak hanya membunuh dan memutilasi korbannya, tapi juga menyodominya terlebih dahulu sebelum dibunuh. Delapan anak jalanan yang berusia 6 sampai 12 tahun adalah korban dari perbuatan kejinya yang berlangsung antara tahun 2007 sampai dengan 2008. Hal itu mudah dilakukannya karena dia memang seorang pedagang asongan dan koordinator anak-anak jalanan. Karena korban menolak, maka pria ini membunuh dan memotong tubuhnya menjadi empat bagian. Setelah diperiksa, Baekuni memang mempunyai gangguan kejiwaan.

BACA JUGA  Tak Sekadar Indah, Ini Dia Fakta Unik Bulan yang Harus Kamu Tahu

Itu dia kasus mutilasi paling mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia. Ngeri, ya?